Senin, 27 Juli 2009

Cukup lah hanya MU, bagiku....

Berkata tanpa suara lantunkan panggilan ke dalam jiwa, sedalamnya Kau mampu capai,
Sampai pada bagian yang takkan terusik dan sulit terurai
di tempat paling tersembunyi di rahasia hati
Bahwa Kau sungguh menginginkan aku kembali dalam puas yang Kau redhai.
Ada syarat yang Kau tetapkan,tapi tak Kau sulit-sulitkan,
selalu Kau beri kemudahan agar kita boleh berhadapan
Lalu Kau berikan apa saja yang aku inginkan

Tak Kau halangi ku ntuk kembali sekalipun aku pernah berlari hindari,
tak pula ku Kau benci padahal kataku pernah mencaci.
Selalu maaf Kau siapkan, jika aku sungguh menginginkan.
"Datang pada KU, dan mintalah yang kau mau" begitu selalu Kau ucapkan
Beribu yang ku pinta, tak berhingga yang Kau punya
Kala rinduku hanya ingin dekat,
Kau malah datang mendekap, berikan berbagai macam nikmat
saat ku berjalan dekati, Kau bahkan berlari menghampiri
memberikan janji pasti

Bila tlah seperti ini, mengapa lagi harus yang lain ku cari
cukup lah hanya MU, bagiku....

Senin, 20 Juli 2009

saat malam berkhianat 2

Biar kuulangi sebuah kisah tentang malan yang pernah khianat
Ketika dititipkan padanya sebuah rahasia
Yang tak lagi mampu disimpan
di bagian tersembunyi dalam dada seorang wanita
Karena jendela yang mulai terkuak
Dan rasa rahsia itu menggeliat menyeruak
Sebabkan mata tak pula mampu halangi
Bentuk rindu yang semakin berbumbu

Dalam khianatnya
Gemetar malam kala biarkan bulan berpendar
Yang selama satu masa ditahannya agar tak bersinar
Meskipun purnama tetap saja pasi
Supaya apa yang dipercayakan padanya
Aman dalam gelap
Parau suara malam sampaikan risau
Karena gemintang dibiarkannya berkilau
Yang pada waktu tertentu sinarnya terus dia halau
Meski seluruhnya kejora sinarnya padam
Agar apa yang jadi amanat,Tentram dalam pekat

Begitulah ia dengan beban
Ditanggungnya berbulan-bulan
Sampai lelah tak terelakkan
Hingga diserahkan nya hari pada pagi
Tanpa satupun yang tersembunyi

Bicara malam pada embun di daun
Tak rasa bersalah dilantunkannya suara surga
"Hai wanita, petiklah bahagia itu
Ini mengenai rasa yang tak perlu kau ragu"
Kemudian ia pun pamit
Titip salam pada matahari...

Matahari bersuka
Karena panasnya boleh hangatkan cinta

Selasa, 14 Juli 2009

Tiga malam dalam kehidupan...

Malam pertama...



hari berjalan, berputar katanya, mengitari waktu

ditinggalkan embun yang menjuntai diujung daun, menyambut berkas cahaya di ujung pagi

meninggalkan hening malam dan kabut yang dingin, menerima hadirnya terang yang hangat

terus bergeser hingga cerah mulai meredup menggapai jingga di batas gelap

maka datanglah malam yang lengkap, gelapnya kadang kelam,

tapi adakalanya hitam pekatnya dihiasi kerlap-kerlip dan kemilau yang samar, ditemani kesunyian

keheningan yang tercipta membawa perenungan masuk ke dalam pikiran

tenggelam diperaduan

berpikir keras tentang NYA, yang memberikan malam kehidupan dunia

adakah terlengkapi bekal yang kan dibawa

tuk tinggal di tempat penantian



pada malam kedua...

dan malam ketiga...

Tentang kemarin...saat malam berkhianat...

Telah kusembunyikan gelora yang kurasakan didalam kegelapan, kutitipkan dibalik jubah sang dewa malam yang dijaganya selama pagi dan petang, agar tak nampak oleh mata dan hati ia yang ternyata begitu dalam ada di dada

karena aku...

Tak ingin matahari menyampaikan sinar yang didalamnya ada hasratku yang menghangatkan

Tak ingin pula angin membawa hembusannya yang kelembutannya mengandung sentuhanku yang mampu menyapu sirna keraguan akan kesungguhan

Tak ingin juga hujan menjatuhkan airnya yang merupakan airmata penantian, mendungnya berisi kesedihan, dan pelangi sesudahnya adalah warna warna rindu punyaku

telah kusembunyikan hasrat, rapat-rapat dalam gelap yang pekat

dan malam terus menjaganya atas permintaan yang penuh harap



Dan kemarin siang...sang dewa khianati amanat

dibiarkannya cahya yang sengaja aku redupkan menyala-nyala didalam gelap dan terang

" Mengapa ?" tanya kecewaku

" Untuk kebahagiaan yang sejatinya boleh kau rasa...dan yang kau matikan..

...Sang surya menyampaikan padaku disaat pergantian petang ke malam...kau pucat tanpa warna

...Angin mengabarkan kau dingin dan nyaris membeku

...Hujan berujar airmatamu tak lagi mampu ia bendung

...Mendungpun malas menutupi harapmu yang kian menebal

...Jadi apalagi yang harus kupertahankan..menyimpannya terus untukmu dan biarkan kau membiru?"



Malam menjawabku tanpa perasaan bersalah karena tak setia dan ia mempersilahkan ku merenungi

" pahami aku..." katanya lagi

" setiap malam, bulan dan juga bintang mempermasalahkan kesetiaan butaku..

...mereka kecewa, karena sinar dan binarnya jadi tak indah.."



***

Sungguh, aku jadi tak pandai berkata-kata...karena hasratku jadi tersingkap

ketika ...

gairahmu melayari tubuhku...dan kubiarkan menyusup sampai pori-pori terkecil yang tersembunyi

sentuhanmu menggetarkanku dan kubiarkan seluruh sel menikmati rasa yang kau persembahkan

kecupan mu singgahi setiap bagian yang membuat mataku selalu saja terpejam

nafas tertahan, degup jantung berlarian dan dua raga menyatu dalam satu perasaan

saat kau ada didalamku..aku di dalam cintamu

hempaskan semua yang semula terpendam..lepaskan semua yang tertahan

hanya dengan satu desahan panjang...

terbanglah semua penghalang bersama malu dan ragu yang tadinya tebal

sisakan kenikmatan...untuk aku dan kamu

matahari, angin, hujan, mendung, malam, bulan, bintang berlalu beri kesempatan

tinggal aku dan kamu bersama pelangi...





Ahh...inilah yang sesungguhnya yang awalnya aku takutkan

pasrahkan seluruhnya untukmu...

dan sekarang...haruskah tetap kusimpan

sendirian...





terimakasih untuk malam dan siang darimu...

Rabu, 13 Mei 2009

mimpi...

Ketika rasa kantuk tak juga mampu membujuk mata untuk sejenak beristirahat, tuk biarkan penat tak terus membebani perasaan. Aku mendengar percakapan dua bagian hati diam-diam. percakapan pun dilantunkan perlahan, berbisik, seolah enggan mengusik rasaku yang ada di dalamnya...yang tengah meringkuk.
Keheningan tetap berdiam, mendengarkan juga

Hati yang pertama adalah bahagian dari hati lainnya, milikku, yang seharusnya tak terpisah oleh sayatan pisau yang bergerigi, tinggalkan jejas, suguhkan kelukaan yang ditimbulkan oleh irisan yang sebabkan ada serpihan yang terlepas , membawa ku sengsara

Hati yang kedua adalah bagian hatimu yang telah menyatu kedalam hatiku, miliki hampir keseluruhan harap yang telah sengaja kusimpankan padamu, kini pun terlepas, terhempas membawa serta apa yang kupercayakan untuk kau jaga, tinggalkan derita di milikku..

mereka berbicara tentang aku...

Hati pertama:
Duhai kekasih...terlihatkah oleh mata kasihmu, sanubarinya yang terisi kini menjadi kosong. Lelapnya hampa,tak ada bunga dalam taman tidurnya. setiap malam resah berharap pagi segera datang, ketika pagi menghampiri, wajahnya tetap tak berseri. Tengoklah lingkaran kepiluan disekitar matanya, membiru halangi ketentraman, pancarkan kegelisahan karena mu

hati kedua:
duhai belahan jiwaku...hati yang senantiasa aku jaga ini adalah miliknya, tak kan lah mungkin aku biarkan, sekalipun sekejap, sehingga kedukaan dapat menyelinap dan menetap di hatinya, mengganggu tenang nya, kacaukan cahaya di matanya, yang aku suka...

hati pertama:
duhai kekasih...tak terlihatkah olehmu, tak adalagi bintang-bintang di mata yang kau puja, redup dan gelap tak berkilat. Hambar yang terpancar. Hatinya menyampaikan lewat jendela yang terbuka, tentang pucatnya cinta yang kau biarkan memudar...yang ia paksakan hilang

Hati kedua:
duhai belahan jiwaku...rasa itu ia yang renggutkan keluar dari tempatnya semula dimana ia tenang bersemayam di lubukku. Jejaknya pun mengalirkan darah dari pembuluhku, melarut dalam sesuatu yang kau sebutkan kepiluan itu. mengapa kah ia berlari tinggalkan, akupun sehampa nya

Hati pertama:
duhai kekasih...kecintaannya terhadapmu terbangkan harapan yang tadinya diikatnya kuat di tonggak kesetiaan. Dikaitkan pada pilar kepercayaan yang diamanatkan padanya, yang semula tak bergeming, kini berlarian bersama angan, melayang dan berlabuh dalam perahu mu. Tujuanmu menjadi tempat yang ingin pula ia tuju, tapi ia tersesat dalam ketakpastian arahmu.
Kau bawa dia, tapi tak kau sertakan. Kau beri dia tapi pemberianmu tetap kau genggam, bukan menjadi miliknya. Yang kau inginkan adalah angin yang hembuskan kenyamanan, yang dia berikan adalah semesta alam cintanya.
Gemercik air dijadikan musik buatmu, kau pun terbuai dalam bahteramu.
Hembusan angin dijadikan nya kidung yang dikumandangkan untuk menghantar lelahmu ke pembaringan yang tenteram, kaupun terlelap.
Kabut, awan dirajutnya jadi pelukan gantikan gelisahmu, sehingga kau pun terlena
ditungguinya malam sepanjang putarannya agar bisa disediakannya pagi bahagia
hanya buatmu...dari hatinya
tak mampukah kau sadari keinginannya...?

Hati kedua:
duhai belahan jiwa...telah kusaksikan, dan bukan tak kurasakan semesta kasih yang telah disajikan olehnya untukku. Tak jua ku ingkari kebahagiaan, damba rindu yang dikemasnya rasuki hidupku, jadi kenikmatan azali yang terus kurasakan di sepanjang hariku, mulai dari pagi yang bermentari, siang yang berpelangi hingga malam yang tak bisa kelam karena disinari berbagai macam cahaya dari bulan yang selamanya purnama, bintangpun seluruhnya kejora.
Juga saat pagi berisi kabut dan embun, siang yang mendung dan matahari tak kuasa menyeruak lewati gumpalan awan tebal yang pekat, sampai malam yang sepenuhnya hitam, sembunyikan semua sinar kedalam pelukan kabut yang mengental.
samudra yang aku arungi ini, aku angankan bersamanya
sekali lagi kusampaikan, cinta yang kujaga ini miliknya
tak sampaikah padanya, kebersamaan impiannya adalah juga khayalku...

***
Percakapan itu tak hentikan malam barang sejenak
waktu terus bergulir bawa letih pada kelopak
akupun tak lagi mendengar apa kelanjutan perbincangan
yang sembunyi-sembunyi aku dengarkan
kata yang terangkai jadi ayunan yang buaikan kelelahan
ninabobokkan hati agar tertidur dengan tenang
dan...
mata terbuka karena hari sudah tak lagi gelap

aahhh...aku tertidur ...
dan hatiku tetap rasakan hal yang sama seperti yang kemarin kurasa
bermimpi aku rupanya

****

Sabtu, 02 Mei 2009

ABG ... mencoba memahami mereka...

Punya anak ABG melemparkan aku pada suatu situasi yang seringkali memberikan kejadian-kejadian yang mengagetkan, dan asli..kagetnya sekaget-kagetnya. Bisa bayangkan gak, seperti saat main catur. lagi asyik-asyiknya mikir serius ( mikir buatku sesuatu yang menggairahkan..!), memikirkan beratus-ratus kemungkinan langkah ke depan, fokus pada satu point, eh tiba-tiba dikagetkan oleh sepercik kembang api yang mencelat dari rokok ..wwuuiihh...sumpah!! kaget ..padahal apinya kecil, menyengatnya sebentar,tapi.. efeknya...dalam, bisa menimbulkan reaksi yang luar biasa juga, bukan sekedar melafazkan Astaghfirullah...atau masya Allah, tapi bisa juga bla...bla..bla..(bagi yang latah..melontarkan kata-kata yang *maaf..*....bip..bip .
ABG laki-laki sama aja ngagetinnya seperti ABG perempuan..dan aku adalah ibu yang SEMPURNA..dua-duanya aku punya, dengan keunikan problema mereka..( aku mengistilahkannya sempurna ,bukan karena menganggap mereka yang cuma punya salah satu atau malah gak punya dua-duannya, tidak sempurna sebagai ibu ya, beneran!! aku cuma merasa SEMPURNA aja,supaya selalu ingat akan DIA yang telah memberikan segalanya yang aku pinta...) Alhamdulillah!!!

begitu bervariasi masalah yang mereka sodorkan, kadang-kadang aku sampai kehilangan akal, mesti cari dimana jawaban dari semua yang sedang berlangsung...dimana aku bisa menyampaikan pesan, tapi mereka menerimanya persis sebagai pesan, bukan sebagai sebuah tuntutan yang seringkali tidak sesuai dengan apa yang mereka mau, apalagi sebagai sebuah larangan yang gak masuk akal, menurut mereka, dan lantas aku berkeras bahwa hal itu beralasan..!! dan kemudian...sudah terbayangkan lah...jadi perang..perang mulut..perang dingin...ujung-ujungnya didiemin deh sama mereka...
hahaha..kadang2 akupun berlaku seperti mereka juga akhirnya..."gw jabanin..!!"
berlaku ala mereka...dan ternyata seru juga!!! walaupun pernah juga terucap." children..you are driving me crazy..!!"
pernah juga sampe pada tahap gak tau mesti komentar apa, menyerah..mati kata, dan terkubur dalam diam.!

Remaja, begitu memasuki dunia penuh warnanya, sontak kontak langsung membangun dunianya sendiri, menjadikannya restricted area bagi kita para ortu, isinya rahasia mereka. Kita jadi kehilangan kesempatan untuk mengetahui secara persis apa yang ada di dalam dunia yang dibangunnya (sendiri atau bersama teman2nya), kecuali kita menjadi member, tapi untuk bisa menjadi anggota mereka bukan hal yang gampang atau susah-susah gampang, tapi susah beneran. bener-bener SUSAH..
Namun disitulah letak tantangannya (baca : asyiknya)..yang memaksa kita harus terus mencari cara, baca buku...baca buku, tanya yang sudah berpengalaman..tanya lagi..sampe ketemu yang cocok buat menghadapi mereka.(jangan lupa doa yang utama!karena DIA lah yang Maha Tahu Segalanya...dunia mereka mah cuma seserpihan debu...ringaaaannn!!)

Tahu yang serba sedikit, apalagi selama ini di sekolah walaupun sampai jenjang strata yang tinggi tidak prnah ada pelajaran yang mengajari untuk menjadi a great mother dalam sebuah keluarga. menjadi orang tua dianggap sebagai proses alami begitu mereka menikah dan memiliki anak, tanpa perlu belajar, cukup lihat pengalaman dan ikuti, padahal kehidupan begitu berkembang dan dinamisnya, ini yang menyebabkan aku suka terbengong-bengong ... dan berfikir bahkan berucap "kok dulu gw gak gitu ya...?"
cuma..mungkin pengalaman berkembang dalam keluarga besar (bayangkan, anak orang tuaku ada 8 orang,ditambah lagi suadara lain yang ikut tumbuh di keluarga kami..bikin tambah besar) memberikan cukup banyak kesempatan padaku belajar secara tidak langsung ..., melihat bagaimana ortu ku menyelesaikan macam-macam problem dan kesulitan yang ada, semuanya terekam dan jadi bekal. Dan untungnya menjadi anak perempuan tertua di keluarga besar, aku mendapat kesempatan dan kepercayaan dari mereka untuk ikut ambil bagian dalam mengambil keputusan, yang kadang sifatnya startegik..,melihat bagaimana mereka membangun sesuatu yang disebut Family culture..dari hari ke hari , sampai akupun akhirnya mengenalinya...dan kemudian mampu pula merasakan bagaimana atmosfer yang melingkupi keluarga besar Casym, bagaimana iklim di dalamnya, dan bagaimana hubungan yang mendalam antara anggota yang satu dengan yang lainnya, terbina karena memang dibangun...dan sekarang...aku mengakui bahwa mereka sukses menciptakan saling ketergantungan yang matang,berkualitas dan mendalam.
Ini yang telah mereka lakukan..

Mencoba Mengerti baru di mengerti ..

situasi seperti ini mereka bangun dalam kebiasaan kumpul setelah shalat maghrib, itu makanya peraturan mereka cukup ketat, seluruh anaknya harus sudah ada di dalam rumah sebelum maghrib (itu jadul...sekarang di rumahku sendiri hal itu sulit aku terapkan, tapi esensi nya sudah melekat). Anak dan orang tua berkumpul dalam ruangan yang cukup luas, duduk saling berhadapan, bebas..tidak kaku, ada yang menurut orang lain gak sopan, di keluarga kami boleh-boleh saja, duduk dengan satu kaki di lipat, satunya diangkat...(tapi waktu kami2 kecil, hal itu berkali-kali diingatkan juga, tidak boleh dilakukan dihadapan orang lain, karena perbedaan pandangan dan etika), anak bebas bercerita, menyampaikan keinginan dan kemudian dibahas kenapa sampai timbul keinginan seperti itu.. aturan dibuat...perkataan orang tua tetap tidak boleh disolang, kalau orang bicara dengarkan sampai selesai, bersuara tidak boleh lebih keras dari suara mereka dan perhatikan kata-kata yang dipakai, yang tidak memiliki arti, sekalipun.

contoh...
Kakakku, saat SMA memilih untuk mengambil jurusan IPS. Oorang tuaku sangat tidak setuju, ketidak setujuannya tidak pernah dipendam, dan disampaikan secara jelas, mereka menuntut alasan logis, rasional dan harus bisa dijawab sebagai landasan untuk mengabulkan keinginan anaknya, mengerti kemauan abangku itu. Tidak bisa dimengerti dan dikabulkan begitu saja apa yang menjadi kemauan kita...(dan aku dulu kompakan dg abangku, sepakat mengartikan itu sebagai sebuah pemaksaan.)
Saat itu..abangku bilang dia nantinya mau kuliah ekonomi, dan jawaban ayahku saat itu " Kalau ekonomi, emangnya gak bisa dari IPA?" Hegh..mandeg!
Akhir2nya..terbongkar juga alasan terpendam, pilihannya untuk masuk IPS lebih disebabkan karena anggapan lebih santai, lebih ringan dari IPA dan dia pilih karena dia mau terus berjaya di Tenis meja, hobbynya yang membawa dia bertanding kemana-mana, tingkat lokal memang, tapi cita2nya menjadi pemain nasional..(Padahal hebat khan?)
Terjadilah perdebatan (lebih tepat istilahnya ketimbang diskusi!), ayahku mengeluarkan seluruh pemikirannya mengenai masa depan yang harus direncanakan, sebagai cara supaya kami juga mengerti apa yang menjadi keinginannya. Dua-duanya, kedua lelaki itu, punya keinginan yang sama... minta dipahami..dimengerti !!
dan sebuah Pengertian lahir dari sebuah komunikasi yang tanpa penghalang...tapi memiliki aturan..!

melalui percakapan...aku mencoba menjadi teman bagi anakku, jadi kaya'nya akan lebih mudah untuk kemudian saling bisa memahami..
bisa ngobrol seperti ini enakkhan...(difasilitasi olef fb)

Aku :
Haaa..!! Mau jd dokter lagi..pagi ini!!
Batal deh jd dokter hr ini..krn urusan listrik dan lain2 masih hrs diprioritasin..padahal udah pasang aksi nih dan mau teriak: "heyy....i'm a doctor!!" Minggu depan apa bulan depan aja ya?
Anakku :
Mama kok malah milih jd mekanik..
Mari kita ingat sumpah dokter kita..eh sumpah mama deng..uni belom..
Firs of all do no harm!! ( Apa hubungannya ya )...
Praktek lah ma..ingat ilmu itu bermanfaat jika dibagi dan bermanfaat pd org lain ( gaya amaat )
Tapi sebenernya yang patut diingat adalah... Duka cita pada saat kulia.. Mengingat buku yang tebal2 profesor yang botak2
Hapalan yg ga ada matinye...
Prakteklah ma.. Nyambil bu wadir gt
Aku :
@ Anakku : to err is human...(hah apa hubungannya juga ya Nin)
uni kan tau sbenernya mama cita2nya dulu masuk fak elektro..dan senengnya mekanika..nah sekarang tercapai deh...ngurusin instalasi listriknya lah, plumbingnya lah, network lah, fisik bangunan...rasanya dah kaya' insinyur aja.
iya deh...berhubung dulu udah disuruh begadang, dijadikan keset, tapi gak ada prof yang botak nin...maka mulai Mei, mama mau praktek lagi, sambil jadi wadir gituh..weleh belagu y..
jadi gak usah ke Malang nih, padahal sabtu mau menjajaki kemungkinan itu...hehehe
Anakku :
Gimana cara nyambilnya ma???
Emg mama mau jd elektro?? Uni aja gak mau..a
Kalo jd mekanik ampe plumbing kan bukan kompetemsi dokter berdasar kki.. Hahaahaha
Aku :
tu kompetensi direktur Nin...
nyambilnya...sementara dokter umumnya belum banyak...mama praktek sore, sekali seminggu ya!
Anakku :
Profesornya botaknya sekarang2 ma
Stress ngeliatin muridnya pindah haluan jadi mekanis...hahahahaha
Katanya " apa gunannya ngajar patogenesis ampe berbusa kalo ujungnya semua itu tak digunakan..bisa botak aku nanti"...
Botak beneran deh ma
Wah kalo ada bu wadir yang kaya mama
Para sarjana elektro diluar sana patut merasa terancam ya ma
Waspadalah...waspadalah
Aku :
halaahhh...salah sendiri berarti khan? makanya jangan lah suka menyumpah, dalam hati sekalipun..
nah kau rasakan lah sekarang...jadi botak...
pokoknya nin CMBM..SOAP..smuanya jadi sangat berguna buat mendiagnosis kelainan di bagian umum..
dokter juga lah mama...teuteup..!!
sudah berteriak mereka...!!!
terbengong-bengong...ini dokter apa tukang sih??
Anakku :
Mama tetep asik deh pokoknya
Luv u mam
Aku :
Luv yu tu sayaang!!









masih bersambung...

ABG...mencoba memahami mereka...2

Express your love...really, they need it

Komen Retta pada salah satu note ku
like mother ..like daughter..cannot say 'LOVE,MISS ' to a very close person..... or something yang berkesan.

Komen ini ditulis oleh satu-satunya adik bungsuku, menunjukkan betapa sebenarnya tidak semua kita mampu mengekspresikan perasaan sayang dan cinta melalui kata-kata atau kontak fisik yang membuat orang lain tahu bahwa kita menyayanginya.
Banyak hal yang menghambat kemampuan itu, rendahnya pengalaman masa lalu, atau karena kita menganggap bahwa mereka sudah tahulah apa yang kita rasakan dan menuntut mereka mengerti dan mampu membacanya sendiri, tak perlu diuraikan..tak perlu diucapkan..cukup kenali dan rasakan...
Egois nya kita...kebutuhan mereka terabaikan.

Hah..agaknya aku mesti minta maaf pada ortuku nih...sekaligus berterimakasih karena kekurangannya menjadi sesuatu yang mesti aku perbaiki, menjadi pelajaran bagaimana semestinya aku kepada anak-anakku...
Bukan aku meragukan kasih sayang mereka, bila harus dihitung, cinta kasih mereka tak berhingga,hanya saja memang sangat jarang mereka mengungkapkan perasaannya pada anak-anaknya namun bukti-bukti lain meniadakan kekurangan mereka yang secuil itu, dan tak perlu dimaafkan karena hal itu bukan suatu kesalahan..
Pengalamanku membuktikan bahwa pengejawantahan rasa cinta dan sayang, physically, verbally memang diperlukan anak, aku mengalaminya 2 tahun lalu, saat sakit cukup berat, saat aku telah menyandang dua status sekaligus, seorang ibu dan seorang anak...
Ketika ayahku mengusap kepalaku dan berdoa memohon Allah memberikan kesembuhan untuk aku anaknya..

***Dan pertamakali dalam hidupku yang sudah berlangsung lebih dari 40 tahun, aku merasakan tangannya ada di kepalaku, membacakan salawat yang aku minta dibacakannya, matanya berkaca-kaca, mengiringi salawat dan doa yang keluar dari hatinya. Ya Allah....,begitu terasa dia sungguh sayang padaku****

Berdasarkan pengalaman itu , i've learned..
mengharapkan remaja mengerti dengan sendirinya bahwa apa yang kita lakukan adalah bentuk manifestasi kasih sayang rasanya sulit kita harapkan dan mereka juga belum tentu mampu memahami sepenuhnya..saat itu (aku saja perlu menjadi ibu dulu untuk menyadari ...ooo ternyata ini lah yang dirasakan orangtuaku dulu...)
melarang bukan karena mengekang, ada kasih sayang yang tersimpan dalam ketidak setujuan terhadap apa yang mereka lakukan,
bahwa mengarahkan bukan membatasi ada cinta yang melindungi untuk mereka.
karena itu nyatakanlah cintamu...peluklah mereka...berikan apa yang menjadi haknya..jangan abaikan..

Susah pada awalnya..terbiasa pada akhirnya.
Sekarang menjadi biasa bagi aku dan anakku untuk saling menyampaikan dan mempertanyakan:
" Ma uni kangeen banget nih, mama kangen gak?"
kalau dulu jawabanku begini :
" Kalo orang tadinya sama-sama, terus pisah ya pastilah...!!"..anakku aku harapkan dapat mencerna kalimat yang tersembunyi dari jawabanku..(liat!! betapa aku tak menjawab keingin tahuannya)..gak fair khan?, tapi sekarang i can express my love to her..(dan Izky!)
" Mama kangen banget Nin...!" bahkan aku kasih bonus dia " i love you Ninta...!"
" Merem sayang...mama cium ya matanya...!"
dan setiap kali bersamanya...aku memang paling seneng menciumi mata dan keningnya..

Tentang peluk dan cium
Mengenai mengekspresikan rasa cinta pada anak, telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, dalam setiap kesempatan, beliau acap mengelus kepala anak-anak dan mencium cucunya Al Hasan bin Ali r.a.
Usamah meriwayatkan kisah ini..dia mengatakan

" Rasulullah pernah memangkuku. Aku diletakkan di paha Beliau dan Al Hasan duduk di paha beliau yang satunya. Beliau memeluk kami seraya bersabda : Ya Allah sayangilah keduanya karena sesungguhnya aku menyayangi keduanya"

Diceritakan pula dalam satu kisah, bahwa pada suatu hari Rasulullah mencium Al Hasan bin Ali r.a, dan pada saat itu ada Al Aqra bin Hadis. melihat perlakukan Nabi SAW pada cucunya, Al Aqra berucap :
" Sesungguhnya aku mempunyai sepuluh orang anak,t tetapi tidak pernah ada satupun yang kucium".
Mendengar perkataan Al Aqra, Rasulullah SAW berkata :

" Barang siapa tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi"






Catatan
aku jarang sekali bercerita tentang ABG jagoanku
karena belum dapat izinnya...
tapi dia tau, semua yang aku tuliskan selalu untuk mereka berdua
Uni dan Iki
Cinta yang tak pernah habis untuk kalian...

Eh...iki pernah mama kasih hadiah ulangtahun
puisi kan ya...?
itu juga ungkapan cinta...


referensi:
Ringkasan Shahih Muslim..Imam Al Mundziri
Ringkasan hAdis Shahih Al Bukhari.. Imam Az Zabidi
ABG Islami...Muh Syarif ash Shawaf
Al Qur'an..