ABG laki-laki sama aja ngagetinnya seperti ABG perempuan..dan aku adalah ibu yang SEMPURNA..dua-duanya aku punya, dengan keunikan problema mereka..( aku mengistilahkannya sempurna ,bukan karena menganggap mereka yang cuma punya salah satu atau malah gak punya dua-duannya, tidak sempurna sebagai ibu ya, beneran!! aku cuma merasa SEMPURNA aja,supaya selalu ingat akan DIA yang telah memberikan segalanya yang aku pinta...) Alhamdulillah!!!
begitu bervariasi masalah yang mereka sodorkan, kadang-kadang aku sampai kehilangan akal, mesti cari dimana jawaban dari semua yang sedang berlangsung...dimana aku bisa menyampaikan pesan, tapi mereka menerimanya persis sebagai pesan, bukan sebagai sebuah tuntutan yang seringkali tidak sesuai dengan apa yang mereka mau, apalagi sebagai sebuah larangan yang gak masuk akal, menurut mereka, dan lantas aku berkeras bahwa hal itu beralasan..!! dan kemudian...sudah terbayangkan lah...jadi perang..perang mulut..perang dingin...ujung-ujungnya didiemin deh sama mereka...
hahaha..kadang2 akupun berlaku seperti mereka juga akhirnya..."gw jabanin..!!"
berlaku ala mereka...dan ternyata seru juga!!! walaupun pernah juga terucap." children..you are driving me crazy..!!"
pernah juga sampe pada tahap gak tau mesti komentar apa, menyerah..mati kata, dan terkubur dalam diam.!
Remaja, begitu memasuki dunia penuh warnanya, sontak kontak langsung membangun dunianya sendiri, menjadikannya restricted area bagi kita para ortu, isinya rahasia mereka. Kita jadi kehilangan kesempatan untuk mengetahui secara persis apa yang ada di dalam dunia yang dibangunnya (sendiri atau bersama teman2nya), kecuali kita menjadi member, tapi untuk bisa menjadi anggota mereka bukan hal yang gampang atau susah-susah gampang, tapi susah beneran. bener-bener SUSAH..
Namun disitulah letak tantangannya (baca : asyiknya)..yang memaksa kita harus terus mencari cara, baca buku...baca buku, tanya yang sudah berpengalaman..tanya lagi..sampe ketemu yang cocok buat menghadapi mereka.(jangan lupa doa yang utama!karena DIA lah yang Maha Tahu Segalanya...dunia mereka mah cuma seserpihan debu...ringaaaannn!!)
Tahu yang serba sedikit, apalagi selama ini di sekolah walaupun sampai jenjang strata yang tinggi tidak prnah ada pelajaran yang mengajari untuk menjadi a great mother dalam sebuah keluarga. menjadi orang tua dianggap sebagai proses alami begitu mereka menikah dan memiliki anak, tanpa perlu belajar, cukup lihat pengalaman dan ikuti, padahal kehidupan begitu berkembang dan dinamisnya, ini yang menyebabkan aku suka terbengong-bengong ... dan berfikir bahkan berucap "kok dulu gw gak gitu ya...?"
cuma..mungkin pengalaman berkembang dalam keluarga besar (bayangkan, anak orang tuaku ada 8 orang,ditambah lagi suadara lain yang ikut tumbuh di keluarga kami..bikin tambah besar) memberikan cukup banyak kesempatan padaku belajar secara tidak langsung ..., melihat bagaimana ortu ku menyelesaikan macam-macam problem dan kesulitan yang ada, semuanya terekam dan jadi bekal. Dan untungnya menjadi anak perempuan tertua di keluarga besar, aku mendapat kesempatan dan kepercayaan dari mereka untuk ikut ambil bagian dalam mengambil keputusan, yang kadang sifatnya startegik..,melihat bagaimana mereka membangun sesuatu yang disebut Family culture..dari hari ke hari , sampai akupun akhirnya mengenalinya...dan kemudian mampu pula merasakan bagaimana atmosfer yang melingkupi keluarga besar Casym, bagaimana iklim di dalamnya, dan bagaimana hubungan yang mendalam antara anggota yang satu dengan yang lainnya, terbina karena memang dibangun...dan sekarang...aku mengakui bahwa mereka sukses menciptakan saling ketergantungan yang matang,berkualitas dan mendalam.
Ini yang telah mereka lakukan..
Mencoba Mengerti baru di mengerti ..
situasi seperti ini mereka bangun dalam kebiasaan kumpul setelah shalat maghrib, itu makanya peraturan mereka cukup ketat, seluruh anaknya harus sudah ada di dalam rumah sebelum maghrib (itu jadul...sekarang di rumahku sendiri hal itu sulit aku terapkan, tapi esensi nya sudah melekat). Anak dan orang tua berkumpul dalam ruangan yang cukup luas, duduk saling berhadapan, bebas..tidak kaku, ada yang menurut orang lain gak sopan, di keluarga kami boleh-boleh saja, duduk dengan satu kaki di lipat, satunya diangkat...(tapi waktu kami2 kecil, hal itu berkali-kali diingatkan juga, tidak boleh dilakukan dihadapan orang lain, karena perbedaan pandangan dan etika), anak bebas bercerita, menyampaikan keinginan dan kemudian dibahas kenapa sampai timbul keinginan seperti itu.. aturan dibuat...perkataan orang tua tetap tidak boleh disolang, kalau orang bicara dengarkan sampai selesai, bersuara tidak boleh lebih keras dari suara mereka dan perhatikan kata-kata yang dipakai, yang tidak memiliki arti, sekalipun.
contoh...
Kakakku, saat SMA memilih untuk mengambil jurusan IPS. Oorang tuaku sangat tidak setuju, ketidak setujuannya tidak pernah dipendam, dan disampaikan secara jelas, mereka menuntut alasan logis, rasional dan harus bisa dijawab sebagai landasan untuk mengabulkan keinginan anaknya, mengerti kemauan abangku itu. Tidak bisa dimengerti dan dikabulkan begitu saja apa yang menjadi kemauan kita...(dan aku dulu kompakan dg abangku, sepakat mengartikan itu sebagai sebuah pemaksaan.)
Saat itu..abangku bilang dia nantinya mau kuliah ekonomi, dan jawaban ayahku saat itu " Kalau ekonomi, emangnya gak bisa dari IPA?" Hegh..mandeg!
Akhir2nya..terbongkar juga alasan terpendam, pilihannya untuk masuk IPS lebih disebabkan karena anggapan lebih santai, lebih ringan dari IPA dan dia pilih karena dia mau terus berjaya di Tenis meja, hobbynya yang membawa dia bertanding kemana-mana, tingkat lokal memang, tapi cita2nya menjadi pemain nasional..(Padahal hebat khan?)
Terjadilah perdebatan (lebih tepat istilahnya ketimbang diskusi!), ayahku mengeluarkan seluruh pemikirannya mengenai masa depan yang harus direncanakan, sebagai cara supaya kami juga mengerti apa yang menjadi keinginannya. Dua-duanya, kedua lelaki itu, punya keinginan yang sama... minta dipahami..dimengerti !!
dan sebuah Pengertian lahir dari sebuah komunikasi yang tanpa penghalang...tapi memiliki aturan..!
melalui percakapan...aku mencoba menjadi teman bagi anakku, jadi kaya'nya akan lebih mudah untuk kemudian saling bisa memahami..
bisa ngobrol seperti ini enakkhan...(difasilitasi olef fb)
Aku :
Haaa..!! Mau jd dokter lagi..pagi ini!!
Batal deh jd dokter hr ini..krn urusan listrik dan lain2 masih hrs diprioritasin..padahal udah pasang aksi nih dan mau teriak: "heyy....i'm a doctor!!" Minggu depan apa bulan depan aja ya?
Anakku :
Mama kok malah milih jd mekanik..
Mari kita ingat sumpah dokter kita..eh sumpah mama deng..uni belom..
Firs of all do no harm!! ( Apa hubungannya ya )...
Praktek lah ma..ingat ilmu itu bermanfaat jika dibagi dan bermanfaat pd org lain ( gaya amaat )
Tapi sebenernya yang patut diingat adalah... Duka cita pada saat kulia.. Mengingat buku yang tebal2 profesor yang botak2
Hapalan yg ga ada matinye...
Prakteklah ma.. Nyambil bu wadir gt
Aku :
@ Anakku : to err is human...(hah apa hubungannya juga ya Nin)
uni kan tau sbenernya mama cita2nya dulu masuk fak elektro..dan senengnya mekanika..nah sekarang tercapai deh...ngurusin instalasi listriknya lah, plumbingnya lah, network lah, fisik bangunan...rasanya dah kaya' insinyur aja.
iya deh...berhubung dulu udah disuruh begadang, dijadikan keset, tapi gak ada prof yang botak nin...maka mulai Mei, mama mau praktek lagi, sambil jadi wadir gituh..weleh belagu y..
jadi gak usah ke Malang nih, padahal sabtu mau menjajaki kemungkinan itu...hehehe
Anakku :
Gimana cara nyambilnya ma???
Emg mama mau jd elektro?? Uni aja gak mau..a
Kalo jd mekanik ampe plumbing kan bukan kompetemsi dokter berdasar kki.. Hahaahaha
Aku :
tu kompetensi direktur Nin...
nyambilnya...sementara dokter umumnya belum banyak...mama praktek sore, sekali seminggu ya!
Anakku :
Profesornya botaknya sekarang2 ma
Stress ngeliatin muridnya pindah haluan jadi mekanis...hahahahaha
Katanya " apa gunannya ngajar patogenesis ampe berbusa kalo ujungnya semua itu tak digunakan..bisa botak aku nanti"...
Botak beneran deh ma
Wah kalo ada bu wadir yang kaya mama
Para sarjana elektro diluar sana patut merasa terancam ya ma
Waspadalah...waspadalah
Aku :
halaahhh...salah sendiri berarti khan? makanya jangan lah suka menyumpah, dalam hati sekalipun..
nah kau rasakan lah sekarang...jadi botak...
pokoknya nin CMBM..SOAP..smuanya jadi sangat berguna buat mendiagnosis kelainan di bagian umum..
dokter juga lah mama...teuteup..!!
sudah berteriak mereka...!!!
terbengong-bengong...ini dokter apa tukang sih??
Anakku :
Mama tetep asik deh pokoknya
Luv u mam
Aku :
Luv yu tu sayaang!!
masih bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar