Pariwisata


Pantai Sendang Biru

Satu lagi obyek wisata pantai yang terdapat di Kabupaten Malang yang sempat aku kunjungi adalah Pantai Sendang Biru. Tempatnya berjarak hampir sama dengan jarak antara pusat Kota Malang ke Pantai Balekambang, sekitar 69 km, Cuma arahnya berlawanan.
Seperi halnya jalan menuju Pantai Balekambang, untuk sampai ke lokasi wisata yang menjadi tujuan para penyuka pantai inipun berkelok-kelok dan melewati perbukitan yang terhampar berwarna hijau.  Biar harus ditempuh dalam waktu yang tidak sebentar, tapi, sungguh, sama sekali gak menimbulkan rasa bosan pasal panoramanya bagus banget (selain itu, mental udah siap, udah gak mengukur waktu tempuh berdasarkan kecepatan laju kendaraan seperti yang biasanya aku lakukan, terutama kalau di jalan tol).
  
Aku yang sebenarnya lebih suka berwisata ke obyek-obyek yang punya nilai dan kisah sejarah  akhirnya harus mengakui bahwa keindahan alam asri yang terbentang sepanjang perjalanan menuju tempat tujuan itu benar-benar membuat ku terpukau dan secara gak sadar berdecak kagum juga aku dibuatnya, “Amboi, cantik nian!”

Berangkat ke tujuan hari sudah mulai masuk sore, mataharinya sudah gak garang lagi, jadi yang terasa adem aja (karena air con sih sebenernya...!). Maunya perjalanan ini dinikmati secara santai, sambil melihat-lihat ke kanan dan ke kiri (seperti naik becak), tapi karena anakku sudah berkali-kali telpon untuk mengulang-ulang kalimat yang itu-itu juga “Ma, udah sampe mana?” makanya akhirnya buru-buru juga secara dia sendirian di rumah.
Selain menikmati pesona indah alam raya, selama perjalanan itu aku sempat juga berpikir mengenai taraf ekonomi masyarakat di situ, pasti lumayan bagus, karena hampir semua rumah yang kelihatan di daerah yang termasuk pelosok itu (menurutku sih...) merupakan bangunan permanen yang cukup luas, berpagar besi tempa dan rata-rata punya motor. (sempet-sempetnya ya aku ngitung-ngitung itu).

Akhirnya, setelah menempuh perjalanan yang penuh kelok dan liku, turun naik di daerah perbukitan, dan sebentar-sebentar berhenti untuk memotret , sampai juga aku di Pantai Sendang Biru yang letaknya di desa Sitiarjo kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang ini. Benar lah apa yang dikatakan Anggita teman Putri: “Pantainya indah , tante...tapi daerah Malaria” (hehehe...anak Kedokteran!!)
Setelah membayar tiket masuk, pasir putih pantainya menyambut penjelajahan mata yang langsung terkagum-kagum, airnya berwarna biru (bercampur hijau sebenarnya : hijau kebiruan), pantas aja dinamakan Sendang Biru. Sendang dalam bahasa Jawa  artinya sumber air.
Di tepian pantai tertambat perahu-perahu nelayan, dan ada juga perahu yang sengaja diperuntukkan untuk membawa para wisatawan ke seberang, ke Pulau Sempu, yang  jaraknya agaknya gak jauh lah dari garis pantai, karena terlihat begitu jelas dari tepian. Antara Pantai Sendang Biru dan pulau Sempu dinamakan Selat Sempu.
Menurut kisahnya setiap tanggal 7 dan 8 Syawal banyak masyarakat yang bersengaja mendatangi Pulau Sempu ini untuk mengambil air tawar  yang diyakini punya khasiat bisa menyembuhkan penyakit dan berguna bagi kesehatan.. (aku datang ke situ tanggal 8 Syawal dan sempat melihat perahu-perahu membawa para pelancong ke seberang, tapi gak tahu entah untuk mengambil air itu atau memang ingin berpetualang di Pulau Sempu yang dibilang cantik itu).
Sebenarnya Sendang ini Biru ini juga merupakan bagian dari pesisir laut selatan yang punya karakteristik dan tipikal ombak yang gelombangnya tinggi menggulung, ombak besar yang berbahaya. Tapi aku heran, kok selama beberapa lama aku disitu gak ada buih ombak yang berlainan menuju pantai dan membasahi pasir putihnya yang terhampar, perairannya terlihat tenang, ada sih riak-riak halus. Pandangan ke laut lepasnya juga terhalang. Jadi, mulanya aku pikir ini cuma danau.


Seperti di Pantai Balekambang, di laut terlihat Pulau-pulau karang, bahkan ada dua buah yang berdiri tegak sejajar seolah membentuk gerbang.
Banyaknya perahu-perahu nelayan yang berwarnawarni tertampat di tepi pantai menunjukkan adanya kativitas nelayan disana, dan memang benar adanya seperti itu, karena menurut sumber bacaan disebutkan bahwa Sendang Biru juga merupakan pelabuhan dan tempat pelelangan Ikan (TPI). Malah katanya, pantai yang jadi obyek wisata pantai di kota Malang ini punya kemiripan secara geografis dengan kota Marseille yang ada di pinggiran Prancis dan sama-sama memiliki pelabuhan ikan. Dan berdasarkan kenyataan itu, Pemerintah kota Malang lagi mengusulkan supaya Sendang biru bisa jadi sister citynya kota tersebut.

Senja ria di tepi pantai, biasanya kita bisa menikmati hembusan kuat sang bayu yang bisa mengacak-acak rambut, tapi selama disini, tak sehelai rambut ku yang terusik persatuannya, bukan karena hembusannya begitu lebut, tapi karena aku pakai Jilbab. (hehehe...). Eh, tapi emang bener, angin disini gak seperti di tepi pantai lainnya, tiupan angin sorenya gak begitu terasa, mungkin terhalang oleh Pulau Sempu yang seolah menjadi barier alam.

Untuk menjaga keindahan Pantai Sendang Biru,  sebenarnya pedagang tidak diperbolehkan melakukan aktivitasnya disini, beda dengan Pantai Balekambang yang memang ada tempat khusus untuk masyarakat menjajakan berbagai macam jualannya. Tapi seperti biasa, larangan-larangan yang ada menjadi seperti rambu-rambu lainnya yang kadang bukan untuk ditaati.