Selasa, 31 Maret 2009

maaf..sungguh ku tak paham...

Samarmu hadir dalam gelapku
tak kukenali arti yang kau berikan
gelap memudar, samarmu pun hilang
kemanakah kiranya
terang datang menghapus bayang
ku tersisih ataukah kau yang melanglang
ke tepian yang tak tergenggam
maaf..sungguh ku tak paham

tak kukenali arti yang kau berikan
biru darimu tampak kelabu bagiku
rindu palsu
menaut lekat kedalam sukma yang kusut
sempat hadirkan semburat cerah
pudarkan gelap sesaat
kau yang lugu
atauku tertipu rasa yang tak sempurna
sungguh ku tak paham, Maaf...

Gelapku pudar, samarmupun hilang
Ntah apa artinya terang ini
yang datang menghapus bayang
adakah ia yang surut
atau karena ku takut pada fatamorgana
hempaskan kalut dalam harap
dan genggam pun terlepas
sisakan luka
Sungguh..Maaf..., ku tak paham.

Ku yang tersisih ataukah kau yang melanglang
ku hilang bagimu
kau tak lagi ada untukku
gelap mu pekat
halangi pandang ku
ke tepian yang tak tergenggam...
Maaf, ku tak paham...sungguh!!

Minggu, 22 Maret 2009

cinta ini milikku yang paling rahasia....

Dunia menjadi berwarna saat...
Kilau bintang muncul di dua bulan hitam kecil matamu
Menatap..mengerjap..bahkan saat terpejam
membaurkan rasa yang menggelegar di dada
menghenyakkan keluar asa yang semula membuncah
terganti dengan senyum kecil yang kemudian menjadi tawa
bahagia pun menjadi milik kita
Dunia juga menjadi berwarna ketika...
aksaramu terangkai menjadi kalimat yang bak berasal dari pujangga
bersuara..berdesah..bahkan dengan bungkam mu
mampu menyampaikan kemesaraan lewat keheningan
menggetarkan getar suka yang dawainya ada di jiwa
ah..dan kitapun menjadi bahagia
Dunia kita ternyata tlah berganti rupa ...
jadi berwana
hitam resahku samar dan kemudian sirna
kelabu ragumu buram dan kemudian pudar
sungkanpun terbang
Aha...keheninganpun menjadi saksi
tanpa sentuhan kita mampu saling merasakan sensasi
tak perlu bunga untuk menyampaikan arti
bahgia itu memang untuk kita...








cinta kita yang sederhana
mampu menghayati segalanya
adakah engkau bahagia
menjadi milikku yang paling rahasia....

sejujurnya ... betapa kuingin menjadi kekasih MU

Maafkan..KAU pernah kutinggalkan
ketika cinta lain merayu
dan aku percaya saat dia katakan
bahwa cinta MU membelenggu
riak geloraku terbatas..ekspresi cinta tak bisa lepas
hasrat terbenam dalam pualam
dinginn..
dan akupun berjalan tinggalkan
menjauh seolah tak percaya lagi pada janji pasti MU
menikmati cinta lain yang pudarkan rinduku pada MU
tak ada sisa yang tertinggal
semuanya habis terbakar, bahkan jelaganya pun terbang
sementara
KAU tak peduli betapa langkah telah surut demikian jauh dariMU
sekalipun KAU kutinggalkan, aku tak pernah sepenuhnya KAU lepaskan
swara MU terus saja memanggil, harapkan ku kan mendekat
kembali kedalam kasih Mu..kembali pada cinta MU
yang aku halaukan karena pikatan semu

sejujurnya ...
betapa kuingin menjadi kekasih MU





Dan kembalilah kamu pada Tuhanmu

(Q.s Az Zumar : 45)

Sakit..

*Inikah penyebab kegelisahanmu..*


jadilah smuanya hilang...
burung membawa terbang kembali nyanyian irama hati
dan bunga tak sudi mekarkan kuncup yang kan mengeluarkan wangi
hanya rotasi mentari yang tak berhenti
menyaksikan kesakitan yang ditancapkan duri
ke dalam hati

Kamis, 19 Maret 2009

Secara rahasia Hanya padaMU....

Angan membara melayari jingga pesonanya
...(awan putih itu dan dua pelangi dilangit yang tak biru)
Menembus pekatnya kelabu horison sepi
...(merah kuning hijaunya menjadi abu-abu)
batas terkuak membawa masuk ragu ke hati
Oh..Adakah angan ini adalah harap
kemudian
harap berkelana ke pusat lingkaran bilik suci
semayamkan cinta dalam diam
Tancapkan kasih dalam diam
Kuburkan rindu dalam diam
...(Ketiganya melekat kuat, menghujam tajam,tepat pada tempatMu mendekam)
secara rahasia hanya padaMU





Catatan

Tak perlu orang tahu
bagamana cintaku pada MU

Jumat, 13 Maret 2009

Hasbunallah wa Ni'mal Wakil....ketika beratnya rasa khawatir

Beratnya rasa khawatir....

Semalam Ninta, sulungku yang terpisah jarak dg kami krn sdg kuliah di Malang, telpon dan bertanya :
" ma, papa udah sampe?" dia menanyakan ayah dan adik2nya yg baru aja kembali dr berlibur menemani ulang tahun ke 18nya di Malang
" belum, dan blm bisa dihubungin hapenya Nin? Knapa tanyaku, aku mendengar suaranya tidak biasa, ada emosi tertahan, bergetar dan cemas
" nggak ma, Anggita kan mau ke sby naik Lion, tp delayed krn ktnya ada kecelakaan pesawat di bandara, lion ma...papa kan naik Lion..."
" ok deh...tnang ya sayang, mama cr berita dulu..."
mungkin karena suaraku juga jd berubah, ninta jd lebih dws dr umurnya saat dia bertanya
" mama kenapa ma??"
" perasaan mama juga sama dengan perasaan uni, nak"
dan mulailah aku mencari berita, tp rasa kaget dan khawatir yg demikian besar, membuat keterbatasan berfikir, aku minta tlg beberapa tmn utk jg cari info itu, waktu yg berjalan jd terasa lambat, doa kemudian menjadi berlipat ganda...Ya Allah...Ya Allah...Ya Allah...(apa aja aku minta).
Kasihan anakku...sendirian dalam kecemasan yg dalam..khawatir keselamatan ayahnya, khawatir keselamatan adik2nya..
Alhamdulillah...ketika tau bkn Lion dri Sby yg tergelincir...
(tapi ada rasa tak lega, krn smentara ada yang lain yg juga cemas..Ya Allah semoga keselamatan Engkau berikan pada kami semua. Amiin)

Selalu ada hikmah dibalik setiap kejadian....

Betapa diri jadi menyadari, ketergantungan yang sangat hanya pantas dilayangkan padaNya...
Bahwa tempat sebaik2nya tempat meminta adalah pada Dia, Allah yang Maha mengatur segala...
Dan diri sadar dan berharap pertolongan hanya dariNya..
Satu2nya Dzat yang mampu merubah apapun sesuai kehendakNya.

Rasa khawatir, ketakutan dan cemas yang kami (aku dan Ninta) alami adalah cobaanNya, krn Dia berkata:

" Dan, sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta jiwa dan buah2an. Dan berikan berita Gembira kepada orang-orang yang sabar"

Q.S All-Baqarah:155

Percayalah pada ketentuanNya

Sebuah hadits menyebutkan:

" Ketahuilah bahwa apa yang menimpamu tidak akan luput darimu, dan apa yang tidak akan menimpamu tidak akan pernah menimpamu"

Rasulullah pun bersabda :

"Jika engkau memohon, maka memohonlah pada Allah, dan engkau minta pertolongan mintalah pada Allah. Ketauilah bahwa seandainya seluruh makhluk itu berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu berupa sesuatu, niscaya mereka tidak akan mampu memberi manfaat kepadamu selain berupa sesuatu yang telah ditetapkan Allah bagimu. Dan andaikan mereka semua berkumpul untuk mencelakakanmu dengan sesuatu, niscaya mereka tidak akan mampu mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang ditetapkan Allah atasmu. Pena-pena telah kering dan lembaran-lembaran telah dilipat"



Dan kamipun berupaya tenang dalam harap

Hasbunallaah wa ni'mal wakiil

Hadapi perbedaan......

“ Melek Yoen….!”
Kata yang cuma segitu singkatnya, cukup membuat gw tersentak dan seketika menyadari bahwa pasti ada yang gak tepat yang telah gw lakukan. Dan ini pasti ada kaitannya dengan keluhan-keluhan yang selalu muncul beberapa hari terakhir ini, keluhan yang meluncur laju dari mulut gw. Kok ada ya….? Kok ada ya….? (aku gumuman..kata orng Jawa bilang!)
Memang, harus gw akui bahwa gw selalu terheran-heran pada orang yang tanpa alasan menyambut orang lain dengan cemberut yang setiapkali ketemu bukannya menyambut salam dengan senyuman, belagak budek, gak denger, belagak buta dan dengan santainya menganggap orang lain cuma bayangan. Tapi celakanya, gw justru mempedulikan itu dan gak bisa menerima. Selalu harus ada alasan, termasuk untuk tidak suka pada orang lain, itu menurut ku. Padahal ada yang udah ngomentarin
” Udahlah...Gak penting!!”
(mungkin bener juga sih...gak pentig-penting amat dipikirin..)

Disuruh melek, maksudnya mungkin gw disuruh melihat Suatu kenyataan yang tidak bisa kita hindari, bahwa kita hidup dengan berbagai ragam orang dan kadangkala kita harus bekerja dengan mereka, termasuk dengan orang-orang yang sulit kita pahami itu Sering kita terpaksa bergaul dengan mereka, dan gak bisa menghindarinya saja,serta harus berinteraksi dengannya walaupun dengan keadaan terpaksa, sebagai teman kerja.
Hubungan yang terbina sebagai teman kerja sebenarnya sama pentingnya dengan hubungan pertemanan pribadi, selalu ada pengaruh dalam pergaulan, pada dua sisi. Tidak jarang karena perbedaan motivasi, terjadi persaingan, yang satu ingin tetap unggul dan popular dari yang lain, selalu ingin eksistensinya tetap terjaga, sementara yang lain menganggap kompetisi adalah hal biasa, persaingan tidak boleh bersifat pribadi atau atas dasar kedekatan dengan boss, cukup perlihatkan kompetensi, ability to work . Walaupun bukan persoalan menang atau kalah, memang selalu ada pribadi yang menonjol, yang disebabkan oleh sesuatu yang tidak observable
Kompetensi self concept, trait dan motives memang sulit untuk di observasi dibandingkan dengan dua yang mudah dilihat, keterampilan dan pengetahuan, tetapi keberadaan mereka seringkali terasa,terang seperti bintang . Mencuatnya seseorang dibanding yang lain kadang yang menjadi sumber masalah bagi mereka yang termasuk dalam kategori difficult people, sulit melihat orang lebih dari dirinya dan seringkali ini menjadi dasar untuk senantiasa me reject orang baru, apakah karena ketakutan karena kenyamanannya bakal terganggu atau karena sifat dasar yang memiliki penyakit hati...Entahlah,
tapi yang demikian ini memang ada.

Menghadapi orang seperti itulah yang beberapa hari ini menjadi hal yang membuat rasa nyaman sedikit terusik, melihat sesuatu yang seharusnya tidak seperti itu menurut pandanganku.Tetapi ada benarnya pendapat teman yang sering saya ajak berdiskusi bahwa yang seharusnya tidak selalu yang berlaku, dan inilah kenyataan yang harus disikapi. Inilah fakta, walaupun rambut sama hitam perilaku tidak sewarna.
Sekalipun fakta, tetap saja aku bicara seharusnya. Seharus nya sebagai manusia, saudara sesama lagi, hablumminannas mesti dijaga, membangun human relation yang baik, yang karenanya jika dijadikan landasan dalam membangun pertemanan dalam lingkungan kerja, bisa bersinergi dan menghasilkan performa yang lebih baik.

Wah...temenku mesti bersusah payah untuk menunjukkan padaku bahwa perbedaan adalah juga fenomena yang biasa seperti halnya persamaan, so katanya gak perlulah terheran-heran...

" biasa aja lagi Yoen, hadapi perbedaan...!"
Adanya ketidak samaan membuat dunia berwarna dan warna warninya itulah yang menjadikan kehidupan elo jadi indah. Jangan abaikan orang itu, karena Keberadaannya diperlukan untuk melengkapi puzzle yang sempurna."

Wuih....demikian bijaksana

" satu lagi Yoen...
Elo kan seneng belajar ya... seneng tantangan...
Nah berterimakasihlah karena hari ini Allah memberikan sesuatu yang sangat elo suka...
Jadi sekali lagi
hadapi perbedaan.... "

Aku melepas nafas panjang
"heghhhhhhh!!

" dan jangan mengeluh..."
katanya lagi, takut lupa....








Note :
Aku harus berterimakasih untuk kata-kata pedas yang aku terima
karena pedasnya nikmat...
kaya' sate padang..

bosen...? Do something......

" bosen nih...!" sms itu aku kirim di tengah-tengah tegangnya rapat, disaat yang lain jadi pada rajin menulis ini dan menghitung itu, agar kepala bisa terus menunduk, dan sehingga mata gak perlu saling menatap.
Smua gak berani bergerak lain,kecuali ya... menunduk itu, apalagi dengan sengaja pegang hape trus sibuk ketak-ketik,ketak-ketik, nulis pesan dan send to s.o. (aku aja yang keterlaluan kali ya? Abis .... bosen banget...), padahal mereka pasti bosen juga, sama seperti aku.

" kalo bosen Yoen....do something!" bunyi my friend's sms.

Wow...hebat juga nih sarannya, orang lagi bete' kok disuruh melakukan sesuatu. Klo lagi bosen itu, khan maunya leyeh-leyeh, kaki berselonjor, tangan dibelakang kepala, tangan yang satu ditautkan pada yang lain, trus punggung bersandar di punggung kursi, biar keras pun tetep terasa empuk....hehh...trus merem dikit, kaya'nya sih nikmaaaat bener, tapi apa iya bener nikmat dan lantas kejenuhan bisa menguap?
Penggunaan kata "kaya'nya" menunjukkan gak pasti, gak yakin atau ada keraguan

Sejujurnya aku emang gak yakin, bahwa bermalas-malasan bisa mengusir kebosanan.

Aku pernah baca...klo gak salah di Don't be Sad nya Al Qarni, beliau menganjurkan untuk menyingkirkan rasa bosan dengan bekerja, dan jika saran yg simpel kitai mau dijalankan,
paling tidak menurut beliau , kita sudah menempuh 50% jalan menuju kebahagiaan.

Kata beliau lagi :
kesibukan bisa membunuh dan menyingkirkan kebosanan, dan anjurannya kerjakan sesuatu yang bermanfaat, syukur bila bermanfaat pula buat orang lain.

Nah... Begitu terima jawaban sms yang asked me to do something, agak tertantang juga lah aku untuk secepatnya membuktikan kebenaran tulisan, yang sebenarnya tidak aku ragukan lagi pelajaran didalamnyanya memberi pencerahan, yang terkandung di rangkaian kalimat yang demikian indah jalinannya.
(aku senantiasa terkagum-kagum pada kalimat-kalimat indah yang disusun dari kata-kata sederhana saja, seperti juga yang dihasilkan Kahlil dan Karl May)

Isilah dengan kegiatan yang bermanfaat! Satu yang dianjurkan adalah Menulislah
(dan itu yang mungkin yang bisa aku lakukan disana, di kantor, saat bosan mendera . Karena gak mungkin kan kalo aku nyuci (walaupun di situ ada londri)...trus bosen, aku nyetrika...trus bosen lagi, aku nyapu ....dan ketika bosen lagi, aku tidur-tiduran sambil dengerin lagu dan baca. Biisa-bisa mereka menyesal karena tidak melakukan screening test, waktu akau dipanggil pulang... )

Ahaa...
Alhamdulillah, sarannya menyenangkan...maka:
menulislah aku dalam kebosanan yang hendak ku enyahkan.
Tanpa sadar, tangan terus saja bergerak di keyboard mini, menggunakan 2 jari,
sulit tapi tak menghalangi keinginan,
lancar tanpa jeda dan sela,
mengalir walau ada rintang yang menghadang,
menghasilkan rasa lega di dada....
ini baru nikmat... Bukan kaya'nya nikmat

(Mana hasil tulisannya.....?)


Aku cuma ingin menyampaikan terimakasih pada sahabat
yang senantiasa meralat laku salahku,
memberi advis bagi sangsiku dan
mensupport upayaku.

Oh..itulah untungnya memiliki kawan yang baik.

QS al-Hujarat:10

" sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara"

Dan, bolehlah aku berharap, kiranya membaca tulisan ini bisa jadi pilihan untuk membungkam bosan dan membawa kita ke hidup produktif, sehingga terpetiklah manfaat darinya.


Amiin......YRA.

Kangen.... (ini bukan tentang cinta...ini tentang Ninta...ke2)

sesungguhnya aku tak hendak melayangkan rasa ini kepadamu,
sekuatnya berupaya menahannya sampai pedih terasa ke dasar sukma
karena rasa kangen yang terus saja menjelma...
dimanapun tatapan diarahkan ada mu lah yang terlihat sempurna
di gelapnya langit malam,
kangen mu adalah gemintang yang pendarannya sampai ke bulan

sesungguhnya...
tak pula ingin ku lantunkan kangen ini lewat suara...
biarkan diam yang membawanya mencapai mu yang terpisah raga
dan rasanya melayari seluruh nadi
sehingga kaupun jadi tak mampu
berdesah kecuali ada bayangku dalam seluruh tatapmu
di gelapnya malam....
aku adalah purnama yang sempurna
yang jadikan bahagia....

sesungguhnya...
aku selalu saja ingin dekat denganmu....














Kalau sulit bagimu mengucapkannya
dengan kedua matamu lekat menatapku
cukup sampaikan kata yang kau rangkai sendiri
sebagai sebuah pesan singkat yang maknanya lengkap

" Ma....Uni kangen....."



Ya Allah jaga dia untukku...
(.............*berdoa*)

Selasa, 03 Maret 2009

Sulitnya Mengajarkan untuk menjadi "Mata Duitan"

Harus saya akui bahwa untuk menjadikan karyawan di RS menjadi "mata duitan" seperti yang saya harapkan sungguh luar biasa susahnya. Mengajarkan bagaimana mereka seharusnya dapat memandang orang yang membuka pintu gerbang kita sebagai orang yang akan memberikan kesempatan untuk bisnis kita dapat terus berlangsung dan bahkan berkembang, merupakan tantangan yang bisa saja membuat saya atau bahkan kita frustrasi.
Mengajak mereka memperlakukan customer sebagai orang yang kita butuhkan (bukan pelanggan yang butuh kita, karena mereka bisa mencarinya di tempat lain) juga bukan hal mudah.
Karena itu menjadi kewajiban kita sebagai manajer di bidang jasa pelayanan kesehatan di rumah sakit, untuk terus meningkatkan dan melakukan pemberdayaan sumber daya manusia yang ada, kalau kita memang gak mau kalah dalam bersaing.

Kenapa sulit ???
Sulit karena sebagian dari karyawan masih memandang bahwa kesimpulan pasien dan atau keluarganya terhadap pelayanan yang didapat hanya dipengaruhi oleh kualitas pelayanan yang diberikan oleh dokter di kamar praktek, ruang perawatan., kamar operasi, kamar bersalin,etc atau oleh cepat lambatnya pelayanan obat di apotik. Hanya itu, sehingga mereka kadang kala tidak merasa bahwa sikap perilaku, bahasa tubuh ataupun nada suara mereka bisa membuat pelanggan tidak mau kembali.
Bahwa mereka, yang selain terlibat langsung dalam pelayanan, juga berperan dalam menentukan citra rumah sakit.
Menyadari kesulitan tadi, maka di salah satu RS Swasta ternama, ditempat mana saya pernah bekerja dulu, diadakan People development program. Kegiatan ini melibatkan seluruh karyawan rumah sakit dalam training yang dilaksanakan dalam bentuk customer care workshop. Terlihat keseriusan pihak manajemen dalam berinvestasi pada sumber daya manusia.

Sebagai industri jasa yang produknya tidak bisa ditimbang-timbang dulu untuk diperbandingkan, memang jadi sulit bagi kita untuk mengemas pelayanan menjadi sesuatu yang dapat dicerna indera penglihatan, untuk kemudian membuahkan komentar "bagus !!".
Tetapi bukan oleh sebab intangible tersebut, maka kita tidak perlu berupaya untuk membuatnya menjadi bisa "berwujud". Harus ada yang bisa "dilihat" dan diambil sebagai dasar bagi pelanggan untuk berkesimpulan. Harus kita ingat bahwa karakteristik lain dari jasa pelayanan adalah bahwa penyampai produk adalah produk itu sendiri. Artinya kita sendiri merupakan sesuatu yang juga diperhitungkan dan dinilai oleh customer. Kita itu, adalah semuanya yang melakukan interaksi dengan pelanggan, dimulai dari bagian paling luar dari RS
Bukan hal yang tidak mungkin,salah satu penyebab tidak terciptanya customer yang loyal adalah karena kekecewaan terhadap para pemberi layanan, di luar tenaga medis dan paramedis, sehingga pelanggan menjadi kapok dan timbullah komentar dibawah ini :
"Amit-amit deh, jangan sampe dirawat disitu lagi, petugas administrasinya jutek abis!!". Apa hubungannya? Padahal produk yang dia perlukan adalah pelayanan dokter yang baik, perawatan yang penuh kasih, selama dia dirawat, dan itu sudah dia dapatkan. Keramahan petugas administrasi tidak ikut serta dalam proses penyembuhan (menurut mereka, mungkin juga kita)

Karakteristik berikutnya yang juga unik, adalah bahwa mereka yang menjadi customer kita adalah bukan orang-orang yang dengan sengaja dan senang hati datang untuk membeli jasa yang kita tawarkan. Mereka menjadi customer karena "terpaksa" dan tentu saja mengeluarkan biaya yang timbul atasnya juga "unhappily". Jadi terbayang sudah, bagaimana seharusnya memperlakukan mereka.
Selain itu para pelanggan berkesempatan untuk berinteraksi dengan hampir seluruh staf rumah sakit, mulai dari petugas parkir, satpam yang membukakan pintu, resepsionis, bagian pendaftaran, dokter, perawat, petugas kebersihan, kasir dlsb, dan hasil dari interaksi yang terjadi merupakan faktor krusial yang menentukan apakah mereka akan kembali lagi atau tidak.
Memang, titik titik dimana pelanggan bersentuhan dengan sumber daya manusia yang kita miliki adalah peristiwa penting (critical incident) yang merupakan titik kritis (critical point) yang mampu mempengaruhi persepsi pelanggan dan dapat merubah kesimpulan secara keseluruhan. (Moment of truth).

Dari pertemuan yang terjadi antara pelanggan dengan pemberi jasa, pelanggan kemudian akan membandingkan apa yang diharapkan dengan apa yang mereka terima, selanjutnya keputusanpun dibuat. Tiga kesimpulan bisa terjadi : satisfaction, delight, dissatisfaction.
Dua kesimpulan pertama bisa berakhir pada keuntungan perusahaan

Atas dasar itulah saya kemudian ingin seluruh karyawan menjadi "mata duitan."
Mereka harus diajarkan untuk mampu melihat seperti yang kita lihat, memandang pelanggan sebagai alasan mengapa bisnis rumah sakit kita bisa terus berjalan. oleh karenanya kita wajib menyiapkan fasilitas dan perangkatnya. Kacamata empat dimensi harus dibagikan.
Dengan bahasa yang tidak sulit, ilmu itu harus ditransfer pada mereka. Mereka harus bisa menarik mata rantai yang menghubungkan pelayanan yang mereka sajikan (yang memuaskan pelanggan) dengan keuntungan yang menggiurkan (kalau dibagikan....). (sumber : The Service Profit Chain : Haskett, Sasser, Schlesinger)

Supaya pelanggan mau balik dan balik lagi menggunakan jasa yang kita tawarkan, maka menjadi syarat mutlak bagi kita untuk bisa memenuhi harapan mereka (kenali dulu apa keinginannya), menjadi kompeten untuk segala yang kita lakukan, sediakan waktu untuk menyajikan informasi yang informatif.