Selasa, 14 Juli 2009

Tentang kemarin...saat malam berkhianat...

Telah kusembunyikan gelora yang kurasakan didalam kegelapan, kutitipkan dibalik jubah sang dewa malam yang dijaganya selama pagi dan petang, agar tak nampak oleh mata dan hati ia yang ternyata begitu dalam ada di dada

karena aku...

Tak ingin matahari menyampaikan sinar yang didalamnya ada hasratku yang menghangatkan

Tak ingin pula angin membawa hembusannya yang kelembutannya mengandung sentuhanku yang mampu menyapu sirna keraguan akan kesungguhan

Tak ingin juga hujan menjatuhkan airnya yang merupakan airmata penantian, mendungnya berisi kesedihan, dan pelangi sesudahnya adalah warna warna rindu punyaku

telah kusembunyikan hasrat, rapat-rapat dalam gelap yang pekat

dan malam terus menjaganya atas permintaan yang penuh harap



Dan kemarin siang...sang dewa khianati amanat

dibiarkannya cahya yang sengaja aku redupkan menyala-nyala didalam gelap dan terang

" Mengapa ?" tanya kecewaku

" Untuk kebahagiaan yang sejatinya boleh kau rasa...dan yang kau matikan..

...Sang surya menyampaikan padaku disaat pergantian petang ke malam...kau pucat tanpa warna

...Angin mengabarkan kau dingin dan nyaris membeku

...Hujan berujar airmatamu tak lagi mampu ia bendung

...Mendungpun malas menutupi harapmu yang kian menebal

...Jadi apalagi yang harus kupertahankan..menyimpannya terus untukmu dan biarkan kau membiru?"



Malam menjawabku tanpa perasaan bersalah karena tak setia dan ia mempersilahkan ku merenungi

" pahami aku..." katanya lagi

" setiap malam, bulan dan juga bintang mempermasalahkan kesetiaan butaku..

...mereka kecewa, karena sinar dan binarnya jadi tak indah.."



***

Sungguh, aku jadi tak pandai berkata-kata...karena hasratku jadi tersingkap

ketika ...

gairahmu melayari tubuhku...dan kubiarkan menyusup sampai pori-pori terkecil yang tersembunyi

sentuhanmu menggetarkanku dan kubiarkan seluruh sel menikmati rasa yang kau persembahkan

kecupan mu singgahi setiap bagian yang membuat mataku selalu saja terpejam

nafas tertahan, degup jantung berlarian dan dua raga menyatu dalam satu perasaan

saat kau ada didalamku..aku di dalam cintamu

hempaskan semua yang semula terpendam..lepaskan semua yang tertahan

hanya dengan satu desahan panjang...

terbanglah semua penghalang bersama malu dan ragu yang tadinya tebal

sisakan kenikmatan...untuk aku dan kamu

matahari, angin, hujan, mendung, malam, bulan, bintang berlalu beri kesempatan

tinggal aku dan kamu bersama pelangi...





Ahh...inilah yang sesungguhnya yang awalnya aku takutkan

pasrahkan seluruhnya untukmu...

dan sekarang...haruskah tetap kusimpan

sendirian...





terimakasih untuk malam dan siang darimu...

1 komentar:

admin mengatakan...

keren bun :) jempol