Malam pertama...
hari berjalan, berputar katanya, mengitari waktu
ditinggalkan embun yang menjuntai diujung daun, menyambut berkas cahaya di ujung pagi
meninggalkan hening malam dan kabut yang dingin, menerima hadirnya terang yang hangat
terus bergeser hingga cerah mulai meredup menggapai jingga di batas gelap
maka datanglah malam yang lengkap, gelapnya kadang kelam,
tapi adakalanya hitam pekatnya dihiasi kerlap-kerlip dan kemilau yang samar, ditemani kesunyian
keheningan yang tercipta membawa perenungan masuk ke dalam pikiran
tenggelam diperaduan
berpikir keras tentang NYA, yang memberikan malam kehidupan dunia
adakah terlengkapi bekal yang kan dibawa
tuk tinggal di tempat penantian
pada malam kedua...
dan malam ketiga...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar