Sabtu, 28 Februari 2009

setelah lihat neraca....ingat mati....introspeksi.....

(*bener....ini gara2 melihat timbangan... *
dan ini untuk Ahlam, katanya pengen yang serius...)

Ketakutan pada apa yang terjadi setelah mati, bukan main-main rasanya dan beralasan. Gak kebayang, siksa yang menyiksa ataukah kenikmatan surga yang akan kita dapat di alam abadi nanti.
Coba kita hitung menghitung bekal, adakah cukup untuk menghindarkan kita dari derita yang panjang dan tak terbilang, atau berat timbangan kebaikan yang bisa membawa kita ke tempat dimana bidadari kan menemani.
Kegiatan ini sebagai pengingat dan buat introspeksi. Bukan untuk membandingkan dengan kesempurnaan catatan sang Maha Detail (karena tak ada satupun yang luput bagiNYA) , hanya menurut ukuran manusia, apakah kita boleh merasa patut menempati surga milik orang-orang yang pantas

Dan ini hasilku….

Aku mulai dengan daftar dosa yang aku ingat. Masya Allah, begitu lancar tangan tak putus menulis, lembaran kertas berganti dalam waktu singkat dan bila disatukan sudah bisa membentuk satu kitab tebal, aku sebut sebagai buku catatan yang akan menempati timbangan sebelah kiri.
Berdebar..., gemetar... dan menangis hati.... setiap ingat kesalahan pada ibu, ayah, suami dan anak . Menyesal.....ingat perbuatan yang menyakitkan keluarga, kawan dan lingkungan.
Malu .....pada DIA karena tak mampu menjalankan dua hal saja yang IA minta, mengerjakan apa yang diperintahkan dan meninggalkan segala larangan.
Masih ada larangan yang dikerjakan, dan masih ada perintah yang ditinggalkan.
Astaghfirullah....

Kemudian, aku coba menuliskan sesuatu yang baik, yang rasanya pernah aku buat, dimulai dengan Bismillah.
Kertas tetap putih bersih untuk beberapa lama, tangan tak jua menggoreskan pena, pikiran sibuk mencari cari... yang mana ya...? .yang mana ya....? Inikah....?? jadi tak yakin.
Aku seperti kehilangan ide, padahal itu bukan berkaitan dengan imajinasi, tidak perlu menunggu inspirasi lebih dulu, tinggal mencomot yang ini dan yang itu, jika memang pernah dikerjakan.
Kalau ada yang berhasil aku tulis, masih pula menjadi tandatanya, adakah penilaian ku betul bagi NYA dan malaikat di bahu kanan juga mencatatkan di buku perhitungan milikku, karena menilai perbuatan yang dilakukan hanya karena Allah semata dan pantas mendapatkan ganjaran pahala dari NYA.
Masya Allah....jadi tak yakin....

Setelah menyerah karena item kebaikan tak bertambah secepat yang tertulis di buku timbangan sebelah kiri, kegiatan aku selesaikan. aku tak perlu menjejerkan dua buku berdampingan, sudah tau persis kemana kira2 perjalananku kelak
Astaghfirullahaladziim...

Jadi panik.... berpikir...., masihkah waktu yang tersisa mampu digunakan untuk mengumpulkan bekal yang membuatku bisa bergabung dengan orang-orang yang selamat
Segera bertobat.... jangan ditunda

Ya Allah ampunilah...
Dan berikan kesempatan yang bermanfaat....
agar firdausMU pantas kudapat
Amiin...

Tidak ada komentar: