Minggu, 12 April 2009

setelah luka .... (masih ada cinta lain kok..!!)

itu bukan rasa yang terbagi, tapi sesuatu yang lain yang menyuruk masuk ke antara engkau dan dia. BUkan dengan diam-diam kau sisipkan di hatinya, tetapi sesara terang-terangan kau nyatakan ini cinta yang akan kau titipkan di kamar dan beranda jantungnya, yang dia katakan telah terisi penuh sehingga tak lagi berongga. Penolakan itu tak membuatmu surut dan membawa kembali cinta yang kau ambil juga dari hatimu untuk kau letakkan pada bagian yang dengan sengaja ia tutup-tutupi itu. Engkau melihat ada lubang yang sepertinya pas dengan cinta yang kau bawa, menjadikannya SEMPURNA seperti purnama, bulat dan terang, bersinar terus sampai mentari datang, SEMPURNA seperti surya, bulat dan terang, membakar hati yang akhirnya bergairah...gelora siang terbawa sampai malam, menunggu bulan kembali mewarnainya

(mawar sengaja berduri, tapi warna dan harumnya memikat...jadi tak apalah ada sedikit luka, asal rona dan wanginya ada di gengamanmu..begitu yakin!!).

Bukan dengan diam-diam pula kau letakkan cintamu pada lubang dihatinya, engkau perlihatkan bahwa merah hatimu akan mewarnai harinya,membuat dia bersinar, membuat suaranya bergetar.
" Dia menghindar" katamu, tapi keperihan hatinya saat menolak begitu kentara
"Cintanya tak mungkin di sembunyikan, begitu nyata...", katamu pula.
Bukan itu yang membuat mu terus saja berjalan mendekat tanpa janji-janji, mencoba sibakkan tabir keragu-raguan agar berganti percaya, bahwa cintamu tak haruskan ia berbagi, cinta yang hadir adalah cerita lain, tak menghilangkan cinta yang terdahulu, sekalipun ia datang kemudian. Tak mengusik cinta yang terpelihara yang senantiasa ia jaga. Cintamu adalah cinta yang melengkapi ... tanpa pamrih...

Keperihan hatinya saat menghindar terbaca begitu saja. Keyakinan bahwa cinta lain tak boleh ada setelah ia pernah menerima............ begitu menyiksanya.



kemudian ia beringsut kedalam senyap
membenamkan kepala diantara kedua kakinya
menangisi engkau yang diharapkan jd mimpi
tapi ...ia tak berani tidur...










Note dari ku:
friend..
tutup saja luka itu...
tak perlu trauma

Tidak ada komentar: