Minggu, 12 April 2009

Musibah... Muhasabah...

Belum selesai membicarakan Situ Gintung yang meninggalkan kepiluan, kesedihan, kesadaran..menyalahkan..bertanggung jawab...pertolongan..dan banyak hal lagi , sudah muncul lagi satu musibah baru..dan belum sempat mengikuti beritanya (Pesawat jenis Fokker-27 milik TNI AU jatuh 24 orang tewas...Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun..) karena terjebak di tol lebih dari 3 jam, baru sadar... pasti kemacetan ini disebabkan karena sesuatu yang terjadi di arah tujuanku...hmm apalagi yang bisa bikin macet segini panjang kecuali banjir...
Musibah...bencana...Ujian ? hukuman? peringatan? yang pasti adalah ...ini RENCANA NYA

"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." (QS al-Hadid [57] : 22)



******
Temen ku menulis di statusnya begini...( izin ya Ikbal...aku cuplik status mu...)

Badai pasti berlalu, karena dalam badai pasti ada kedamaian....tetapi bagaimana dengan bencana alam....wach itu sudah hukuman dan peringatan dari Sang Pencipta Allah SWT.........

dan disitu...aku memberi tanggapan seperti orang bijak aja...(gaya'nya....!!!)
bencana juga pasti berlalu khan, sisakan banyak hal, pelajaran...kebersamaan...persaudaraan...introspeksi...penyerahan diri...kepastian akan mati..
kembali padaNYa bisa kapan saja, bisa dengan cara apa saja.

******
(*menanggapi kejadian Situ Gintung, blm ada berita tentang F 27 itu...*)

Dan tiba-tiba saja, bertambah lagi manusia yang dipanggil kembali padaNYA lewat satu kecelakaan yang sungguh memilukan hati, saat tugas, mereka diminta NYA pulang...rencana NYA sungguh hanya milik NYA, tidak bisa dianalisa, tidak bisa diduga-duga apa mau Sang Pencipta, tetapi DIA pasti punya maksud untuk kejadian-kejadian yang terjadi berturutan dari satu helaan nafas ke helaan berikutnya, begitu singkat jaraknya...IA seperti menyeru " Hai Manusia...pelajarilah...bersiaplah..bersegeralah.."
dan seruan itu bisa berbeda sampainya (makna yang tersimpan didalamnya) pada aku atau pada yang lainnya...jawabannya ada di hati, kalbu..
Sebuah cobaan...Sebuah peringatan ...apa hikmahnya

Musibah ini satu cobaan...

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" . (QS al-Baqarah [2] : 155-156)



Musibah ini bisa saja satu cobaan. Dengan cobaan DIA menguji untuk mengetahui sejauh mana kita mampu bersabar pada semua ketetapanNYA, sampai setinggi apa pengharapan kita akan pertolonganNYA, akankah kita Menyandarkan segala harapan pada DIA satu-satunya sang pemberi pertolongan dan tidak berburuk sangka pada NYA, karena DIA tidak pernah mendzalimi

“SESUNGGUHNYA Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun, Tetapi manusia itulah yang mengzalimi dirinya sendiri.” [Surah Yunus: Ayat 44.]



Cobaan dan kesabaran memang hendaknya jalan seiring, begitu musibah menyapa, kesabaran sudah menemani, sekalipun sangat susah dilaksanakan...
Kesulitan yang DIA berikan tidak pernah sendiri, selalu ada kemudahan didalamnya...
Meyakini bahwa yang dicobakan adalah sesuai dengan kemampuan, selayaknya membuat kita termotivasi menerima semua ini sebagai bagian yang harus kita jalani yang sudah di suratkan oleh Nya.
Dan jika kesabaran menipis, mendekati keptus asaan, berlindunglah pada DIA..
" Ya Allah, limpahkan lah kami dengan kesabaran yang tak putus-putus..terus...terus..dan terus"

”Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (At-Taghabun: 11)



Sungguh...sabar bukan hal yang mudah dilaksanakan, apalagi bagi mereka yang merasakan beratnya penderitaan karena musibah, dalamnya kesedihan karena berpisah dari mereka yang dicintai akibat terenggut bencana, serasa sebagian diri, sebagian hati, sebagian jiwa, atau bahkan semuanya... ikut hilang, terbawa airmata.
kalimat istirja' rasanya menjadi sulit diimplementasikan kedalam sikap. "Ya Allah....YaAllah..." kadang hanya itu yang mampu terucap.
Tetapi kalau aku tetap menganjurkan..."sabar ya...!...bersabarlah", hal itu semata-mata bukan hanya untuk mereka, itu untuk aku juga, supaya selalu ingat bahwa aku milikNya, bahwa IApun akan memberikan cobaan, bahwa aku harus senantiasa melatih terus ketrampilan hati itu, dan berdoa agar DIA merahmati kesabaran yang tiada batas untuk ku, untuk kita...

Jadi...aku tau ..sabar memang berat..
namun
Selalu ada jalan keluar....


Musibah ini peringatan...

"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar." (QS asy-Syuura [42] : 30)



“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan tangan manusia,supaya Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (Surah ar-Rum [30]: 41).



Kadangkala musibah, bencana ..juga adalah sebuah peringatan setelah peringatan-peringatan kecil lain diabaikan. Peringatan terhadap kesombongan atas penguasaan ilmu seolah manusia lah sang pencipta, padahal yang DIA berikan hanya sedikit saja, dan dengan yang sedikit itu kita merasa menjadi besar ...angkuh dan takabur, sehingga DIA merasa perlu mempertunjukkan kekuasaannya diatas segalaNYA. Kemustahilan bukan sifat DIA..
Betapa,seringkali kita dibuat heran tak habis fikir, kagum, takjub bahkan..dan berkomentar.."rasanya gak mungkin ya..." pada fenomena yang terjadi mengiringi peringatan yang terkandung dalam sebuah bencana.Lihatlah betapa Kekuatan air mampu memperondakan semua, tapi mesjid tetap tegak berdiri...sudah beberapa kali kita dihadapkan pada kenyataan ini. APa yang ingin IA tunjukkan...? ini yang harus kita pelajari..
Betapa beberapa orang terselamatkan hanya karena sebuah kejadian yang dianggap suatu kebetulan, padahal DIA yang sengaja menyelamatkan...
(mari belajar, bagimana seharusnya kita berpikir sebagai orang muslim pada apa-apa yang ada di depan mata)
Betapa mungkin IA murka karena kita tak menjaga hak-hak NYA...

Ya Allah..ampunilah...
Dan terimakasih atas kesempatan yang Engkau berikan untuk kami
memperbaiki diri..
Bimbinglah senantiasa, hadirkan manfaat dan ridho MU
Amiin

























sumber :
Al Qur'an dan terjemahannya
buku2 Aidh Abdullah Al Qarni
Ringkasan Shahih Muslim
Ringkasan Shahih Al Bukhari

Tidak ada komentar: