Adakalanya aku lebih memilih diam manakala suara yang terlantun berpotensi luka bersebab ketidaksesuaian sesaat yang akan tersesali bila kata terlanjur terlontar..
karena kata kataku seringkali bak pisau yang tak segan menyayat
sementara kutahu hatimu tak pantas menerimanya bukan lantaran rapuh tapi karna kelembutannya seringkali menghasilkan air mata
kalaupun kudiam...itu tak sama dengan abaikan hadirmu
kabarmu tetap disampaikan angin
jua kukirim gelap dan terang untuk ikuti ceritamu sehingga tak satupun yang luput tentangmu
bahkan taluan jantungmu yang kecewa akibat lakuku,meski kau sembunyikan jelas kudengar
namun aku perlukan waktu tenangkan kegalauanmu dengan membiarkan ikatan layaknya terlepas
sehingga kau bebas menilaiku dalam amarah dan kemudian menjadi maklum akan keterbatasan respon ku
bahwa adakalanya aku perlu ruang untuk bersendirian ... untuk terhempas
karena kelelahan...karena kelebihan beban..bukan oleh sebab lain
sungguh tak kupungkiri, ini tak adil jadinya buatmu
setelah seringkali telinga yang kerap kujejali keluhku adalah milikmu
dan hati yang berempati pada keresahanku adalah hatimu
tapi kulakukan smuanya hanya untuk memperkaya arti persahabatan
karena...
persahabatan adalah jiwa yang saling memerlukan
pengertian dan saling pahami menjadi kebutuhan yang mesti terpenuhi
dengannya aku lah suka untuk kedukaanmu
dan kau jadi terang bagi keraguanku
dan kebersamaan bukan cuma sekedar waktu untuk membakar kejenuhan
tapi dia lah yang hidupkan hari-hari yang lalu, yang berjalan dan yang di kelak datang
bukan pula sekedar untuk isikan kekosongan tapi ia melengkapi kekurangan sehingga SEMPURNA lah lingkaran keikhlasan kita ... tak berdendam
semata karena NYA
***
“Sudah pastilah kecintaan-KU itu untuk orang-orang yang saling ziarah menziarahi karena AKU. Sudah pasti pula kecintaan-KU untuk orang yang saling cinta menyintai karena AKU, sudah pasti pula kecintaan-KU kepada orang-orang yang saling bantu membantu karena AKU. Juga sudah pastilah kecintaan-KU untuk orang yang saling tolong menolong karena AKU.”
***
ketika kesalahan melaburkan warna yang telah tergambar
hendaklah maaf ada tanpa kuminta sekalipun sangat kau hasrati
tak kulakukan bukan karena tesekat oleh gengsi dan egoisme yang tinggi , sungguh belum kesampaian berucap jadi kendala...itulah kelalaianku
percayalah pada ketulusanku, tak ada niatan sembunyikan permintaan maaf yang jadi hakmu
dan bukan juga karena tak ku insyafi telah lukai ketulusanmu karena kupun sakit kerananya
sebab persahabatan tak mencari kesalahan untuk diperlihatkan agar disesali
tak bersuarapun ku tahu
karena engkaulah cermin segala lisan dan sikapku
you always give me an honest image...
"The believers is like a mirror to other believers ( in truthfulness)"
( Muhammad SAW )
" Orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, saling mengasihi, saling menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada sebagian yang sakit maka seluruh tubuh tidak bisa tidur dan turut merasakan sakitnya"
"two true friends are a single soul in different bodies"
seperti kita...
... utk bestfriend : Arie ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar