Tak ada hari khusus dan tidak pula kami mengkhususkan hari untuk datang menziarahi ibunda, baik secara bersama maupun sendiri-sendiri dengan keluarga masing-masing.
Namun adakala kerinduan padanya menghinggapi perasaan kami secara bersamaan, dan terbuatlah janji yang diprakasai oleh semuanya.
"Yo...kita ke tempat mami...!"
(Ya Allah....menangis lagi setiap mengingat ibunda...)
Tak ada ritual khusus yang disiapkan, tak ada pakaian resmi yang dijanjikan untuk" bertemu" dengannya, di rumah tempat beliau istirahat dan menanti..peristirahatan terakhir, yang juga nanti akan pula kami tempati. Tidak ada pula buah (bunga) tangan yang kami bawa kecuali doa dalam kerinduan. Tidak satupun yang melihat oleh-oleh untuk ibu yang begitu besar jasanya selama beliau hidup, bahkan setelah beliau dipanggil untuk menetap dekat-dekat NYA. semuanya menyimpannya dalam hati dan kemudian nampak dari wajah dan air mata yang mengalir di pipi dan di dalam rongga dada.
***sedikit bernostalgia***
Dulu ketika beliau masih di rumah, yang sekarangpun masih sering kami kunjungi (masih ada papi, nda fa dan tetta dan masih banyak kenangan yang harus dijaga), kami selalu mengucapkan salam : Assalamu'alaikum...
bahkan Zala-zala (Zahra) selagi masih kurang dari dua tahun bisa berteriak dengan bahasanya : "Lam le kuuummm...Uciiii!!!" (maksudnya tentu assalamu'alaikum, bukan maksud mempermainkan kalimat indah)
****
dan sekarang salam yang kami ucapkan pada mami tidak banyak berubah, tetap memohonkan keselamatan untuk beliau...salam yang juga adalah doa bagi semua yang menanti disana.
Diriwayatkan oleh Muhammad bin Qais, Hadits dari 'Aisyah radhiallahu 'anha
Pernah pada suatu hari Nabi Muhammad diperintahlkan Allah diperantarai Jibril :
" Sesungguhnya Tuhanmu menyuruhmu untuk mendatangi penghuni Kubur Baqi" lalu kau mohonkan ampunan bagi mereka"
KAta Aisyah (diam-diam pada malam itu Aisyah mengikuti Nabi Muhammad SAW ke Baqi"):
"Aku bertanya, bagaimana aku ucapkan pada mereka, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, " Ucapkanlah
Assalaamu'alaa ahlid diyaari minal mu'miniina wal muslimiin, wa yarhamullahul musta'khiriin, wa inna insya Allahu bikum lalaahiquum
"Semoga keselamatan tetap pada penghuni kubur kaum mukmin dan mislim. Semoga Allah memberikan rahmat kepada orang-orang yang telah mendahului kami dan orang-orang yang belakangan. Insya Allah kami akan menyusul kalian. (HR. Muslim)
Setelah sampai di tempat mu terbaring menanti Ma, kami mengelilingimu...ada yang tertunduk...terdiam..memegang tanah kuburmu ..menangis... sendiri-sendiri...
dan aku mengenang..
Mother...
teringat betapa dulu mami menganjurkan agar kami belajarmengenai cara merawat jenazah. Saat itu aku tak bertanya untuk apa, tapi buku2 itu aku beli dan baca..dan begitu tiba saat akhirmu bersama kami, betapa ilmu itu menjadi begitu berguna...satu persatu, kami bergantian menyirami air ke tubuhmu yang makin memutih dan dingin, mengusap permukaan kulitmu dengan tangan yang dialiri kasih sayang yang dalam yang mungkin selama ini tak pernah mami rasakan, karena begitu kakunya kami dulu...tak pernah membelaimu bahkan disaat sakitmu...
Betapa keras berjuang agar airmata dan isak tak menjadi ratap dihadapan tubuhmu yang terbujur, mulut terkunci, namun hati tak mau diam bersuara Ma...berdoa terus, dan selalu dimulai dengan Ya Allah....Ya Allah...
Ma..
lihatlah disini semua ada, berkumpul dengan tujuan yang sama, berdoa untuk mami.
Papi dengan suaranya yang tak lagi jelas seperti dulu, membimbing kami ke dalam satu perasaan yang sama, dengan kerendahan hati memintakan untukmu sesuatu yang membuat mami nyaman di tempat peristirahatan terakhirmu.
PAdahal ma...kesedihanya begitu berat terlihat dimatanya, kedukaannya begitu dalam terdengar dari suaranya, namun karena untuk kami...beliau tegar dalam kerentaannya, membawa kami tunduk dan minta hanya pada NYA...
berdoa bersama...Al Fathihah untukmu bunda dilanjutkan permintaan berikutnya, Agar Allah berkenan menempatkan mami di tempat yang nyaman dan penuh kebahagiaan didekatNYA, mami dihindarkan dari segala siksa yang menyiksa, dilapangkan tempat yang kini mami terbaring, diterangkanNYA gelap ruang dibawah tanah...dan kamipun terhanyut dalam dalamnya pengharapan.
Yang kuasa bertahan...airmata mengalir ke dalam rongga dada, membuat dada seolah-olah mengembang terisi kesedihan, haru dan berbagai macam perminttan pada DIA, Ya Allah...sayangi ibuku seperti dia menyayangku, dalam dekapMU, sehingga beliau tentram di tidur panjangnya....
Dan yang tak kuasa menahan airmata mengalir di pipi, mengucap doa tertahan isak, membuat bahu terguncang, tubuhnya bergetar, suara tetap tertahan, doa juga hanya ada dalam hati...Ya Allah...sayangilah ibuku...
dan kemudian kami jadi saling berpelukan, membagi rata kesedihan, yang tegar merangkul, yang kuat mengingatkan...jangan meratap...
semua kembali diam...menatap pada tanah yang tak lagi merah...
Bunda tak mungkin lagi kupeluk...
*** teringat sat-sat terkahir bersamanya***
saat terakhir menjelang kepergianmu, mami di pelukanku, kepalanya di lengan kanan bibirku di telinganya, La ilaahailallah...La ilahaillallah..dan ketika terlihat sedikit airmata di sudut menggenang, aku disadarkan untuk mengucap : Innalillahi wa ina ilaihi rajiun
Sungguh...dipelukanku mami melepaskan kehidupannya...aku, anaknya yang sangat kaku, jangankan memeluk menyatakan kecintaan pada ibu, mengusap ..mengelus kulit keriputmu pun aku gak pernah khan ma, tapi mami justru di dekapan un saat itu...
Ya Allah....
****
Family...tak perlu sembunyikan airmata jika hati menangis, tak perlu tahan kesedihan karena berupaya tegar, menangislah...bahkan Rasulullahpun menangis...
Abu Hurairah radhiallahu 'anhu berkata:
"Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menziarahi kubur ibunya, maka beliau menangis dan tangis beliau membuat orang-orang yang ada di sekitar beliau ikut menangis.
Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Aku minta izin kepada Rabbku untuk memintakan ampun bagi ibuku namun Rabbku tidak mengizinkannya. Dan aku pun minta izin untuk menziarahi kuburan ibuku maka untuk yang ini Rabbku mengizinkannya. Maka ziarahilah kuburan karena ziarah kubur itu akan mengingatkan kepada kematian." (HR. Muslim)
Ma...
dihari terakhir mami pergi, ada doa yang Un minta pada NYA, sekarang doa itu pula yang Un ulang...
Ya Allah....
Kasihanilah keterasingannya
Temanilah kesendiriannya
Hiburkanlah kegelisahannya
Tenangkanlah ketakutannya
Dan anugrahkanlah padanya salah satu dari RahmatMU
Yang dengannya dia merasa cukup dari (menuntut) kasih sayang kepada selainMU
Serta gabungkanlah dia bersama dengan orang orang yang dicintainya
Di Firdaus milikMU
Amiin ya Rabbal’alamiin.......
Berbagi ilmu sedikit ya :
Ziarah kubur bukan kegiatan terlarang dalam islam. Rasulullah dulu memang pernah melarang, saat itu berkaitan dengan kemungkinan syirik yang sangat tinggi, namun berikutnya Rasulullah bersabda :
"(Dulu) saya melarang kalian menziarahi kuburan, maka (sekarang) ziarahlah ke kuburan, karena sesungguhnya ia mengingatkan kepada akhirat" (HR. Muslim).
sabda Nabi saw.,
“Karena yang demikian itu dapat melunakkan hati, membuat mata mencucurkan air mata, serta mengingat akhirat."
"Aku pernah melarang kalian dari ziarah kubur maka (sekarang) ziarahilah kuburan." (HR. Muslim)
Namun ada beberapa hal yang erlu diperhatikan saat berziarah : JANGAN DUDUK DI KUBUR
"Seseorang lebih baik duduk di atas bara api hingga terbakar bajunya lalu menembus kulitnya daripada duduk di atas kubur." (HR Muslim, Abu Dawud, Nasai, dan Ibnu Majah).
"Janganlah kamu duduk-duduk di atas kubur dan jangan pula salat (menghadap) kepadanya." (HR Muslim, Abu Dawud, Turmuzi, Nasai, dan Ahmad).
Berziarah sungguh mengingatkan kita pada rumah masa depan yang menanti...
kepastian yang bakal terjadi ..MATI
“Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Al Jumu’ah: 8)
Catatan
Setelah visited our mom, kita nonton knowing...
dua kali dalam hari yang sama, kami diingatkan akan kepastian yang tak mungkin dihindar
Mati...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar